Iklan

LOKAKARYA PERDANA PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK KABUPATEN SOPPENG

ANWAR PATURUSI
12.4.21, Senin, April 12, 2021 WIB
masukkan script iklan disini
Oleh : Muhammad Husni
(Pengajar Praktik CGP)


Kompaknews.co.id,Soppeng---Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 2 dimulai serentak pada tanggal 10 April 2021 yang ditandai dengan pelaksanaan Lokakarya Perdana atau biasa disebut Lokakarya 0.  Mengapa disebut lokakarya 0? Karena produk yang dihasilkan baru sebatas peta harapan dan kekhawatiran peserta terkait program komitmen aktor Calon Guru Penggerak (CGP) dan kepala sekolah dalam proses transformasi sekolah. Di samping itu tujuan belajar calon guru penggerak baru sebatas mengenal ekosistem belajar di Program Guru Penggerak. Calon Guru Penggerak diharapkan dapat mengidentifikasi dukungan yang diperlukan selama proses Pendidikan Guru Penggerak dan membuat rencana belajarnya, Calon Guru Penggerak diharapkan dapat mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang akan muncul saat program berlangsung dan Calon Guru Penggerak diharapkan dapat mengidentifikasi fungsi dan peran fasilitator dan pendamping guru penggerak. Lokakarya yang dilaksanakan secara luring ini berlangsung selama 1 hari bagi wilayah mitra PPPPTK Penjas dan BK. Rancang bangun program Program Guru Penggerak menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama sembilan bulan, mulai April 2021 hingga Desember 2021. Program ini didesain dengan perpaduan komposisi 70 persen kegiatan dalam bentuk on the job training di tempat kerja dengan tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas sekolah. Sementara, 20 persen kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat dan 10 persen lainnya dilakukan dalam bentuk pembelajaran Bersama Pengajar Praktik. Kepala PPPPTK Penjas dan BK dalam sambutannya menekankan esensi tujuan program Pendidikan Guru Penggerak untuk menciptakan Sumber Daya Manusia unggul.  
Pengembangan SDM unggul tersebut harus bersifat holistik dan tidak berfokus pada kemampuan kognitif saja. Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat kepada peserta didik. Sebelum membuka kegiatan lokakarya perdana ini, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng dalam sambutannya menekankan bahwa Guru Penggerak adalah insan pendorong transformasi pendidikan yang dapat mewujudkan merdeka belajar.Adapun kegiatan lokakrya 0 meliputi: Agenda dan Tujuan Lokakarya
Penjelasan agenda lokakarya memuat tentang beberapa hal berikut: Pertama, Pengajar Praktik (PP), Kepala Sekolah dan Calon Guru Penggerak (CGP) melakukan permainan perkenalan agar peserta saling kenal lebih dekat.
Kedua, bersama-sama membuat kesepakatan kelas agar kegiatan lokakarya berjalan lancar.
Ketiga, Memetakan harapan dan kekhawatiran selama proses Pendidikan Guru Penggerak dan menyusun strategi agar harapan terpenuhi dan kekhawatiran dapat dikurangi.
Keempat, Memetakan perjalanan calon guru penggerak. Sesi ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada calon guru penggerak dan kepala sekolah tentang proses pendidikan guru penggerak, apa saja yang akan dilalui dan dikerjakan guru penggerak dan kolaborasi apa yang dibutuhkan guru penggerak dan kepala sekolah
Berikutnya, para peserta membuat komitmen bersama dan diakhiri dengan proses refleksi sebelum penutupan.
Games perkenalan diri
Perkenalan diri bertujuan agar pendamping, kepala sekolah dan peserta saling mengenal. Di sesi ini peserta menuliskan informasi tentang dirinya dan momen paling membanggakan menjadi guru/kepala sekolah
Kesepakatan Kelas
Membangun kesepakatan kelas selama lokakarya sangat penting dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Pada sesi ini pengajar praktik memandu jalannya kesepakatan kelas, mencatat hasil diskusi dan memvisualisasikannya sepanjang diskusi. Pengajar Praktik memulai sesi kesepakatan kelas agar kegiatan lokakarya dapat berjalan lancar, nyaman untuk semua peserta dan menghasilkan sesuatu yang maksimal. 
Contohnya, peserta usulkan agar semua selalu hadir tepat waktu setelah istirahat, HP dinonaktifkan, Kebersihan Kelas tetap terjaga.
Harapan dan Kekhawatiran
Pada sesi yang pertama ini adalah sesi tentang harapan dan kekhawatiran. Setiap orang di dalam kelompok harus menceritakan 2 harapan dan 2 kekhawatiran. Harapan yang dimaksud bisa terkait pengetahuan dan keterampilan yang akan didapatkan selama program, proses belajar selama program dan hal-hal lain yang mempengaruhi proses belajar bapak ibu selama program. Kekhawatiran adalah hal-hal yang peserta harapkan tidak terjadi selama program.
Perjalanan Calon Guru Penggerak
Pada sesi ini diadakan Pembagian kelompok dan penjelasan sesi, Diskusi kelompok, Presentasi kelompok, Tanya jawab dan penutup. Pada sesi ini, dilaksanakan kegiatan sebagai berikut:
Untuk kelompok Calon Guru Penggerak 
Pertama, diskusikan: Apa yang perlu dilakukan CGP untuk memastikan tujuan pembelajarannya tercapai dan dukungan apa yang dibutuhkan? Kedua, peserta diminta untuk membuat rencana belajar selama 2 bulan ke depan. Selanutnya diminta menuliskan 5 hal penting yang perlu dilakukan sebelum Pendidikan Guru Penggerak dimulai. Identifikasi juga orang-orang yang dapat membantu peserta selama mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak.
Untuk kelompok kepala sekolah
Diskusikan: Apa yang bisa Kepala Sekolah lakukan agar materi ini bisa membantu proses transformasi di sekolah? Dukungan apa yang Kepala Sekolah bisa berikan kepada Calon Guru Penggerak.
Peta perjalanan Calon Guru Penggerak sebagai peta perjalanan transformasi pendidikan di sekolah Bapak dan Ibu Guru. Calon Guru Penggerak akan belajar paket modul secara daring melalui LMS Moodle. Dalam pembelajaran daring peserta akan ditemani oleh pengajar praktik dan rekan sejawat. Setiap paket modul harus peserta selesaikan selama dua bulan. Setiap bulan peserta akan mengikuti Lokakarya dan para pengajar praktik akan berkunjung ke sekolah peserta untuk mengobservasi proses belajar, berdiskusi tentang tantangan dan strategi penerapan materi-materi PGP di sekolah.

Kepala sekolah kembali pada lokakarya bulan ke-3 dan ke-7. Lokakarya bulan ke-7 akan spesial karena Lokakarya bulan ke-7 adalah proyek bersama yang akan diisi dan dikelola oleh seluruh Calon Guru Penggerak di kabupaten Soppeng ini. Pada bulan ke-9 Guru Penggerak akan menyelesaikan pendidikan guru penggerak dan jika lulus, maka resmilah menyandang predikat GURU PENGGERAK.
Calon Guru Penggerak akan meminta umpan balik kepada bapak ibu kepala sekolah pada bulan ke-2, ke-5 dan ke-8 sebagai bagian dari refleksi Calon Guru Penggerak. Kepala Sekolah dan Calon Guru Penggerak memahami seperti apa transformasi sekolah dan indicator tercapainya hasil belajar yang maksimal 
bagi peserda didik kita. Jadi kolaborasi di antara semua pihak adalah kunci keberhasilan program.
Komitmen Bersama
Pada sesi ini, peserta menuliskan komitmen, dan membacakan komitmen. Diharapkan agar peserta dapat menjaga komitmen yang telah dibuat.
Refleksi peserta
Kegiatan akhir ini bertujuan untuk memberikan umpan balik. Refleksi adalah komponen penting dalam setiap aktivitas guru penggerak. Kami percaya bahwa hanya dengan refleksi kita bisa memulai proses pengembangan diri.
Sembilan bulan bukan perjalanan yang sebentar akan ada rintangan dalam perjalanan, akan ada kejenuhan dalam perjalanan. Mungkin akan ada yang sakit mungkin ada yang capek dan perlu berhenti sebentar. Hanya dengan saling dukunglah kita akan bisa memastikan kita bisa sampai ke tujuan dan memastikan perjalanan ini sampai memberikan dampak untuk kita, guru-guru kita dan peserta didik kita.


Muhammad Husni
(Pengajar Praktik CGP)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini