Iklan

Lapas Narkotika Gunung Sindur Gelar Razia Besar-besaran di Kamar WBP

Herman / emank setia
29.5.21, Sabtu, Mei 29, 2021 WIB
masukkan script iklan disini

Bogor,Kompaknews.Co.Id---Antisipasi peredaran narkotika dan handphone serta gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) lainya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas IIA Gunung Sindur menggelar razia besar-besaran.


Pada razia yang dilakukan secara serentak oleh petugas internal Lapas yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat tersebut, seluruh kamar - kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) tak luput dari pemeriksaan petugas.

Kepala Lapas Narkotika kelas IIA Gunung Sindur, Damari menyatakan, tujuan kegiatan itu untuk mengantisipasi serta menindaklanjuti seputar kabar keterlibatan WBP dengan penangkapan jaringan narkoba oleh Polres Tangerang Selatan.

"Pada razia kali ini ditemukan Handphone sebanyak 3 buah, Powerbank sebanyak 6 buah, sejumlah charger handphone, botol-botol kaca dan beberapa barang sejenis logam lainnya," kata Damari kepada wartawan seusai memimpin langsung kegiatan, Jumat (28/5).

Mantan Kalapas Kotabumi, Lampung Utara itu mengungkapkan, atas temuan itu pihaknya melakukan pendalaman berlanjut dengan melakukan pemusnahan terhadap barang-barang yang keberadaanya dilarang berada di Lapas tersebut.

“Razia rutin selalu kami lakukan demi menjaga ketertiban dan keamanan di dalam Lapas Gunung Sindur. Selain itu, selama ini kami juga telah bekerjasama dengan baik dengan pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya,” tegas Damari.

Menurut Damari, pada prinsipnya seluruh jajaran Lapas Narkotika Gunung Sindur menyatakan perang dan tidak mentolerir adanya narkoba serta alat-alat komunikasi di dalam Lapas yang ia nahkodai tersebut.

“Jika warga binaan kami terbukti terlibat dengan pengungkapan jaringan di luar, kami tentu siap membantu kepolisian dalam mendukung pengungkapan jaringan-jaringan tersebut,” terang Damari.

Selain itu, Kalapas low profil yang diketahui piawai dalam bermain musik itu juga menegaskan kepada warga binaan, jika terbukti terlibat akan diambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Namun demikian, kami tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah, jika informasi yang beredar di masyarakat belum terbukti kebenarannya,” pungkas Damari.

Publish : Herman - IWO
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini