-->

Iklan

Bupati Sidrap Dukung Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit Gratis

ERSAN/ICCANK KORWIL SULSEL
22.6.21, Selasa, Juni 22, 2021 WIB
masukkan script iklan disini


SIDRAP.KOMPAKNEWS.CO.ID—Bupati Sidrap, H. Dollah Mando menerima Panitia Bakti Sosial “Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Gratis” dari The Fhezer Komsa (TFZK), Selasa (22/6/2021) di ruang kerjanya, Lantai III Kantor Bupati Sidrap. 

Panitia bakti sosial datang bersama Direktur UPT Rumah Sakit Nene Mallomo, drg. Hj. Sahriah Usman, Sp.Kg, M. Kes. Kedatangan mereka melaporkan rencana bakti sosial yang dijadwalkan awal Agustus 2021.

Di kesempatan itu, Dollah Mando menyampaikan dukungan atas kegiatan operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit yang akan menghadirkan tim dokter bedah mulut Celebes Cleft Center Makassar.

"Kami mengimbau para Kepala UPT Puskesmas turun ke Pustu untuk menyampaikan program ini kepada warga Sidrap dan di Ajatappareng," ujar Dollah.

Ketua Umum TFZK, Rahmat Ahmad menjelaskan, kegiatan tersebut telah memasuki tahun ke-10 digelar di Kabupaten Sidrap. "Ini pertama di luar Kota Makassar yang konsen melakukan operasi dan pendampingan pasien dari tahun ke tahun," ujanya.



Dipaparkannya, syarat mendaftar kegiatan itu sangat mudah. Hanya menyiapkan fotokopi kartu keluarga, surat keterangan tidak mampu, dan berusia minimal 3 bulan bagi celah bibir dan 18 bulan bagi celah langit langit.

Informasi pendaftaran, lanjut Rahmat, dapat menghubungi narahubung panitia +62 823-3331-3557 (Karman), dan +62 852-5550-7035 (Nirsam). 

"Segera daftarkan diri anda sebelum 30 Juli 2021. 

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada awal Agustus 2021 dengan protokoler kesehatan yang ketat," terangnya. 

Sebelum bertemu Bupati, pihak panitia telah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Nene Mallomo Sidrap dan Kepala Dinas Kesehatan Dalduk KB, untuk menjadikan Kabupaten Sidrap sebagai pusat operasi anak-anak disabilitas seperti celah bibir dan langit langit.

Ersan
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini