-->

Iklan

Menyingkap Budaya Lokal dalam Pengobatan Tradisional Peternak Unggas di Sidrap yang coba untuk Dikembangkan

ERSAN/ICCANK KORWIL SULSEL
25.6.21, Jumat, Juni 25, 2021 WIB
masukkan script iklan disini


SIDRAP.KOMPAKNEWS.CO.ID—Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Sosial Humaniora (PKM-RSH) didanai Kemendikbud Ristek Dikti tahun 2021 berasal dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang beranggotakan oleh Ardi Salam, Richard Halldy, Takbir Mulawansyah, Nirmala Munir, Widya Fatika Sari dan M. Fadhlirrahman Latief, S.Pt., M.Si selaku Dosen Pembimbing, melakukan kegiatan penelitian mengenai Kulawu Tello di Kecamatan Baranti, Kelurahan Manisa, Kabupaten Sidrap pada tanggal 21 – 27 Juni 2021.

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa fakultas peternakan universitas hasanuddin ini didasari oleh keinginan untuk mengangkat salah satu sejarah masyarakat mengenai kepercayaan kulawu tello yang memiliki arti mustika telur yaitu suatu batu yang dipercayai sebagian besar peternak Kabupaten Sidrap mampu mengatasi  kerabang telur yang lunak pada ternak ayam dan itik.
Untuk mendapatkan data yang akurat mengenai Kulawu tello, Ardi dan rekan-rekannya melakukan wawancara dengan Pak Lurah Manisa, Sejarawan dan peternak setempat yang pernah menggunakan atau mengetahui Kulau Tello.

“Sebagai mahasiswa fakultas peternakan dan juga memiliki orang tua yang bekerja di dunia peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Sidrap, Saya sering kali mendengar cerita mengenai Kulawu tello yang memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit kerabang telur lunak sedangkan informasi ini belum pernah diteliti sama sekali sebelumnya, yang membuat saya dengan rekan-rekan setim tertarik mengangkatnya dan membahas Kulawu tello secara lebih ilmiah” ujar ardi salam selaku ketua tim PKM-RSH Fakultas Peternakan UNHAS.

Salah satu anggota tim, Richard menyatakan “Mungkin saja ada suatu korelasi tertentu mengenai Kulawu tello dengan tingginya tingkat minat masyarakat Sidrap dalam beternak ayam ras petelur dibanding dengan daerah-daerah lainnya di Provinsi Sulawesi selatan.”

Dalam sambutannya Pak Lurah Manisa menyatakan “Kami sangat berharap adanya keberlanjutan dari penelitian ini, dimana tidak hanya mengetahui alasan mengapa  masyarakat mempercayai Kulawu tello, tetapi kedepannya ada penelitian yang mengangkat mengenai apa kandungan dari Kulawu tello yang sangat dipercayai oleh peternak setempat.”(Etar)

Ersan
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini