-->

Iklan

Camat Bersama Kepala KUA Watang Pulu Sosialisasikan Peraturan Menag No 5 Thn 2022

ERSAN/ICCANK KORWIL SULSEL
4.3.22, Jumat, Maret 04, 2022 WIB
masukkan script iklan disini


KOMPAKNEWS.CO.ID—Camat Watang Pulu, Andi Surya Hadiningrat bersama dengan Forkopimcam dan penyuluh agama mensosialisasikan SE Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman penggunaan suara/toa di Masjid dan Musala kepada masyarakat umum. 

Kegiatan ini berlangsung di Aula kantor Kecamatan  Watang Pulu kelurahan Uluale Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang. Jumat,04/03/2022

Selain mensosialisasikan SE Menag 05 Tahun 2022 juga dibahas Perbub tentang Infaq RTM dan penyerahan bantuan korban musibah bencana angin dari BAZNAS Kab Sidrap.

Dalam kesempatan ini,Kepala KUA Kec Watang Pulu membacakan isi dari SE Menag No 5 Tahun 2022 kepada masyarakat untuk dipahami bersama maksud dan tujuan dari SE Menag No 5 Thn 2022 agar tidak terjadi ketersinggungan dalam lingkungan bermasyarakat khususnya dalam toleransi beragama.
Disamping itu,dalam sambutannya,Camat Watang Pulu,Andi Surya juga sedikit memberikan pemahaman terkait Surat Edaran yang ditandatangani oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 18 Februari 2022 lalu tersebut yang mengatur tentang pengeras suara atau toa di masjid dan musala.

"Penerbitan SE itu dilakukan dengan tujuan meningkatkan ketentraman, kenyamanan, dan keharmonisan antara warga khususnya dalam toleransi beragama yang berbeda agama dan  keyakinan".Terang Andi Surya

Mengutip SE Menag 05 Tahun 2022, berikut pedoman umum terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala:

Pengeras suara terdiri atas pengeras suara dalam dan luar.
a) Pengeras suara dalam merupakan perangkat pengeras suara yang difungsikan/diarahkan ke dalam ruangan masjid/musala.
b) Pengeras suara luar difungsikan/diarahkan ke luar ruangan masjid/musala.

Penggunaan pengeras suara pada masjid/musala mempunyai tujuan:
a) mengingatkan kepada masyarakat melalui pengajian Al Qur’an, selawat atas Nabi, dan suara azan sebagai tanda masuknya waktu salat fardu;
b) menyampaikan suara muazin kepada jemaah ketika azan, suara imam kepada makmum ketika salat berjemaah, atau suara khatib dan penceramah kepada jemaah; dan
c) menyampaikan dakwah kepada masyarakat secara luas baik di dalam maupun di luar masjid/musala.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini,Camat Watang Pulu,Andi Surya Hadiningrat, Kapolsek Watang Pulu,Babinsa Kodim 1420/Sidrap,dan Penyuluh Agama serta Kades/Lurah dan Ketua badan Kemakmuran Masjid Se-kecamatan Watang Pulu.


Ersan
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini