Breaking News

Terdakwa Tindak Pidana HAM Berat Pania Papua Dituntut 10 Tahun Penjara



MAKASSAR.KOMPAKNEWS.CO.ID—Sidang penuntutan tindak pidana HAM Berat Pania Provinsi Papua berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Khusus Makassar, Senin, 14 November 2022.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emi Iwan Ridwan saat membacakan surat tuntutan mengatakan, terdakwa Mayor Inf (Purn) Ishak Sattu dijatuhkan hukuman pidana 10 tahun.

Dihadapan Majelis Hakim PN Kelas IA Makassar, JPU menjelaskan bahwa terdakwa tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.
“Ya, pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat berupa kejahatan terhadap kemanusiaan," ucapnya.

Terdakwa melanggar Pasal 42 ayat (1) huruf a dan huruf b Jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf a Pasal 37 Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM).

Kemudian Pasal 42 ayat (1) huruf a dan huruf b Jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf h, Pasal 40 Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM).

Adapun Majelis Hakim PN Kelas IA Khusus Makassar dalam persidangan tersebut yakni dipimpin oleh Ketua Sutisna Sawati, SH, Hakim Anggota Ir Abdul Rahman Karim, SH. Hakim Anggota Sofi Rahma Dewi, SH.,MH., Hakim Anggota Siti Noor Laila.

Persidangan ditunda pada hari Senin tanggal 21 November 2022 dengan agenda memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menagujukan pembelaan. 

Sumber: Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi SH MH.

Ersan

0 Komentar

© Copyright 2022 - KOMPAKNEWS.CO.ID